PEKANBARU – Pemilihan Duta Muslimah Preneur 2026 yang diselenggarakan oleh PW IPEMI Riau berlangsung meriah di Hotel Winstar, Kamis (9/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ajang tersebut diikuti oleh 9 peserta yang menunjukkan kemampuan dan potensi terbaiknya di bidang kewirausahaan. Para peserta menampilkan inovasi usaha berbasis syariah yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Plt Ketua TP PKK Provinsi Riau, Adrias Hariyanto menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang konsisten mendorong pemberdayaan perempuan. Ia menilai, peran muslimah dalam sektor ekonomi semakin strategis dan perlu terus didukung.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPEMI Riau yang secara konsisten menghadirkan ruang pemberdayaan bagi perempuan, khususnya muslimah, untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Peran perempuan dalam perekonomian saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Mayoritas pelaku UMKM di Indonesia didominasi oleh perempuan, sehingga menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, baik di tingkat keluarga maupun daerah.
“Muslimah preneur tidak hanya berbicara tentang keberhasilan usaha, tetapi juga membawa nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, etika, dan keberkahan dalam setiap langkah,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan sosok muslimah yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Selain itu, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua PW IPEMI Riau, Dinawati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen organisasi dalam membina dan mengembangkan kapasitas perempuan di bidang kewirausahaan. Ia menegaskan bahwa IPEMI terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pelaku usaha perempuan.
“Pemilihan Duta Muslimah Preneur ini menjadi salah satu langkah strategis dalam melahirkan perempuan yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui ajang ini diharapkan lahir sosok-sosok muslimah yang mampu memperkuat ekosistem UMKM berbasis syariah. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat memperluas jejaring usaha dan meningkatkan daya saing di tingkat yang lebih luas.