pilihan +INDEKS
Pansus Ranperda Retribusi dan Pajak Daerah Tunggu Besaran Tarif dari OPD
PEKANBARU, reportaseaktual.com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau tentang Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Riau menggesa penyelesaian Ranperda. Saat ini pansus berada pada tahapan menunggu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengumpulkan tarif retribusi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus Karmila Sari. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan besaran tarif retribusi tersebut nantinya akan dilampirkan ke dalam Ranperda untuk ditetapkan sebagai perda.
Ia mengungkapkan bahwa daerah memiliki batas waktu sampai 5 Januari 2024 untuk menyelesaikan penyusunan ranperda. Dengan demikian jika belum selesai daerah tidak diperbolehkan memungut lantaran dasar hukumnya tidak ada. "Artinya akan ada penumpukan ini nanti di Kemendagri," kata Karmila, dikutip Minggu (24/9).
Lanjut dia, tim ini bekerja bukan hanya pada tenaga ahli yang melihat secara keseluruhan. Tapi juga ada tarif-tarif pajak dan retribusi. Terutama retribusi tiap-tiap OPD.
"Sebenarnya ini langkah sudah dilakukan langsung oleh OPD terkait, Bapenda," kata Karmila.
Karmila mengatakan Ranperda ini merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 1/2022 tentang Pembagian Keuangan Pusat dan Daerah. Penyelesaian Ranperda ini diwajibkan rampung dua tahun setelah UU terbit.
Pokok-pokok kebijakan pajak dan retribusi tersebut yaitu restrukturisasi jenis pajak, rasionalisasi jenis antara lain retribusi, serta pengenaan Opsen. Kebijakan pengenaan Opsen ditujukan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Pengenaan Opsen dilakukan dengan catatan tidak menambah beban maksimum yang dapat ditanggung wajib pajak pada saat berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Sebelumnya Pansus bersama OPD terkait telah menggelar rapat finalisasi. Setelah selesai pembahasan, Bapenda Riau sebagai leading sector seluruh OPD mengumpulkan tarif retribusi yang telah ditetapkan jenisnya pada saat rapat pembahasan.
"Seperti BLUD, bahkan hingga update tarif BPJS dari dinas kesehatan. Lampiran besaran retribusi itulah yang masih ditunggu Pansus sampai saat ini," kata Karmila.
(Mediacenter Riau/jep)
Berita Lainnya +INDEKS
Bupati Kampar Diwakili Pj Sekda Pimpin Safari Ramadhan di Desa Tanjung Balam Siak Hulu
Siak Hulu – Bupati Kampar yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupate.
Pemda Kampar Ajak Masyarakat Mendukung Jordi di KDI 2025
Kampar - Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Kampar ajak masyarakat Ria.
Benarkah Tidur saat Puasa Bernilai Ibadah?
KAMPAR - Ustadz Dr. Johari, MA membagi tidur menjadi 2 kategori, yang pertama tidur Qoilulah adal.
Bersama Badan Riset dan BRIN, Wakil Bupati Kampar Ikuti Zoom Meeting Indeks Daya Saing Daerah 2025
Bangkinang Kota,- Wakil Bupati Kampar Dr.Misharti.S.Ag.M.Si mengikuti Rilis Indeks Daya Saing Dae.
Usai Zoom Meeting Bersama Kemendagri RI, Wakil Bupati Kampar Tegaskan Selama Ramadhan Harga Tetap Stabil
Bangkinang Kota - Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas harga, Wakil Bupati Ka.
Diawal Ramadhan, Bupati Kampar Terima Kunjungan Kerja Danrem 031/WB
Bangkinang Kota, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT pagi ini terima tamu kehormatan yakni Danre.






.jpg)
.jpg)