pilihan +INDEKS
BPK Riau Gelar Exit Meeting Pemeriksaan LKPD Riau Tahun Anggaran 2024
PEKANBARU - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau menggelar exit meeting atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Riau tahun anggaran 2024 pada Rabu, (14/5/2025). Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan selama 60 hari kerja.
Kepala BPK Perwakilan Provinsi Riau, Anita Irma Anggriany, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan berdasarkan dua surat tugas, yakni Nomor 31/ST/XVIII.PEK/02/2025 dan Nomor 70/ST/XVIII.PEK/03/2025. Dimana pemeriksaan ini mengacu pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) sebagaimana diatur dalam Peraturan BPK RI nomor 1 tahun 2017.
"Pemeriksaan pendahuluan atau intern dilaksanakan mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2025, sementara pemeriksaan terinci dilakukan pada 10 April hingga 14 Mei 2025," ujar Anita di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyambut baik kegiatan tersebut. Gubernur Riau dalam hal ini diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Taufik Oesman Hamid, menyampaikan apresiasi kepada BPK atas kinerja dan komitmennya dalam melakukan pengawasan keuangan secara objektif dan profesional.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah yang menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Taufik.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Riau berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dalam pengelolaan keuangan daerah dan akan menindaklanjuti setiap temuan serta rekomendasi BPK secara sungguh-sungguh.
Dalam kesempatan itu, Taufik mengimbau seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadikan hasil pemeriksaan ini sebagai momentum refleksi dan perbaikan bersama. Ia menekankan bahwa setiap catatan dari BPK harus dimaknai sebagai langkah untuk terus memperkuat sistem, meningkatkan efisiensi, dan memastikan bahwa anggaran dikelola secara tepat guna dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, kami berharap tata kelola keuangan daerah di Provinsi Riau semakin baik, akuntabel, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutupnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Perhutanan Sosial Didorong Jadi Motor Mitigasi Iklim dan Penguatan Ekonomi Hijau di Riau
PEKANBARU - Perhutanan sosial ditegaskan sebagai strategi kunci dalam mendukung implementasi REDD.
Kawal Hak Buruh, Posko THR Riau Mulai Beroperasi Tampung Laporan Pekerja
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmi.
Syahrial Abdi Tegaskan Penguatan Pengawasan dan Kualitas SPPG di Riau
Pekanbaru - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, membuka.
25.521 KPM di Siak Terima Bansos Triwulan I 2026, 98.103 Jiwa Dapat PBI Jaminan Kesehatan
SIAK– Sebanyak 25.521 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Si.
Pemprov Riau Salurkan Bantuan untuk Warga Bukit Kapur
DUMAI - Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Muqorrabin, Bukit Kayu Kapur Dumai, Kamis (26/2/2026) .
OMC Terus Digesa, 15 Ton Garam Disebar untuk Pancing Hujan di Langit Bumi Lancang Kuning
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini ma.


.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
